Kemampuan membaca merupakan salah satu dari tiga kemampuan dasar membaca,
menulis, dan berhitung yang harus dimiliki oleh siswa jika ingin berhasil
mengakses informasi saat ini, untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bangku
kuliah. Hal itu senada sebagaimana dikatakan oleh Carter dan Nunan mengatakan
bahwa kegiatan membaca sebagai “pembuka jendela dunia” yang akan memungkinkan pelakunya memiliki pengetahuan yang luas dan
sikap bijaksana untuk mengarungi bahtera kehidupan.
Kemahiran membaca mengandung dua pengertian, pertama, mengubah lambang
tulisan menjadi bunyi, kedua, menangkap arti seluruh situasi yang dilambangkan
dengan lambang-lambang tulis dan bunyi. Menurut Fuad Efendi, inti dari
kemahiran membaca terletak pada aspek kedua, hal ini tidak berarti kemahiran
dalam aspek pertama tidak penting, sebab kemahiran dalam aspek pertama menadasari
kemahiran yang kedua. Betapapun juga kedua aspek tersebut merupakan tujuan yang
hendak dicapai oleh pengajar bahasa. Secara umum tujuan pengajaran membaca
agar, mahasiswa dapat membaca dan memahami teks berbahasa arab.
Bagi mahasiswa yang berbahasa ibu bahasa Indonesia tentu saja mengalami
kesulitan membaca teks arab, karena membaca teks arab tidak sama dengan membaca
teks latin, apalagi membaca teks arab gundul (yang tidak bersyakal atau
berharkat), tentu lebih sulit lagi, karena mahasiswa harus mengubah lambang
huruf menjadi bunyi yang sesuai dengan kaidah tata bahasa arab.
Ada tiga unsur yang perlu diperhatikan dalam pelajaran membaca yaitu, unsur
kata, kalimat dan paragraf. Ketiga unsur tersebut mendukung makna suatu bacaan,
karena gabungan beberapa kata membentuk satuan yang lebih besar yang disebut
kalimat, gabungan kalimat menjadi paragraf dari paragraf tersusunlah bab.
disamping memahami makna kalimat tersebut juga harus memahami pola kalimat yang
dibaca. Ada banyak kemahiran yang harus
dimiliki mahasiswa ketika membaca teks arab gudul (tanpa syakal/harokat), yaitu
kemahiran memahami makna kata, memahami pola kalimat dan juga kemahiran
menentukan harkat yang tepat sesuai dengan kaidah tata bahasa arab.[1]
[1]Sri
Sudiarti, PENINGKATAN
KETERAMPILAN MEMBACA TEKS ARAB GUNDUL MELALUI AKTIFITAS MEMBACA INTENSIF
BERBASIS GRAMATIKAL : STUDI KASUS MAHASISWA BAHASA DAN SASTRA ARAB IAIN STS
JAMBI,. FENOMENA, Volume 7, No
1, 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar