Sabtu, 15 Desember 2018

pendidikan


Kemampuan membaca merupakan salah satu dari tiga kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung yang harus dimiliki oleh siswa jika ingin berhasil mengakses informasi saat ini, untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bangku kuliah. Hal itu senada sebagaimana dikatakan oleh Carter dan Nunan mengatakan bahwa kegiatan membaca sebagai “pembuka jendela dunia” yang akan memungkinkan pelakunya memiliki pengetahuan yang luas dan sikap bijaksana untuk mengarungi bahtera kehidupan.
Kemahiran membaca mengandung dua pengertian, pertama, mengubah lambang tulisan menjadi bunyi, kedua, menangkap arti seluruh situasi yang dilambangkan dengan lambang-lambang tulis dan bunyi. Menurut Fuad Efendi, inti dari kemahiran membaca terletak pada aspek kedua, hal ini tidak berarti kemahiran dalam aspek pertama tidak penting, sebab kemahiran dalam aspek pertama menadasari kemahiran yang kedua. Betapapun juga kedua aspek tersebut merupakan tujuan yang hendak dicapai oleh pengajar bahasa. Secara umum tujuan pengajaran membaca agar, mahasiswa dapat membaca dan memahami teks berbahasa arab.
Bagi mahasiswa yang berbahasa ibu bahasa Indonesia tentu saja mengalami kesulitan membaca teks arab, karena membaca teks arab tidak sama dengan membaca teks latin, apalagi membaca teks arab gundul (yang tidak bersyakal atau berharkat), tentu lebih sulit lagi, karena mahasiswa harus mengubah lambang huruf menjadi bunyi yang sesuai dengan kaidah tata bahasa arab.
Ada tiga unsur yang perlu diperhatikan dalam pelajaran membaca yaitu, unsur kata, kalimat dan paragraf. Ketiga unsur tersebut mendukung makna suatu bacaan, karena gabungan beberapa kata membentuk satuan yang lebih besar yang disebut kalimat, gabungan kalimat menjadi paragraf dari paragraf tersusunlah bab. disamping memahami makna kalimat tersebut juga harus memahami pola kalimat yang dibaca. Ada  banyak kemahiran yang harus dimiliki mahasiswa ketika membaca teks arab gudul (tanpa syakal/harokat), yaitu kemahiran memahami makna kata, memahami pola kalimat dan juga kemahiran menentukan harkat yang tepat sesuai dengan kaidah tata bahasa arab.[1]


[1]Sri Sudiarti, PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA TEKS ARAB GUNDUL MELALUI AKTIFITAS MEMBACA INTENSIF BERBASIS GRAMATIKAL : STUDI KASUS MAHASISWA BAHASA DAN SASTRA ARAB IAIN STS JAMBI,. FENOMENA, Volume 7, No 1, 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar